Kamis, 28 Maret 2013

kenapa harus PGSD?



Selama aku memberanikan diri dan memang bernasib untuk kuliah di Universitas negeri dengan jurusan PGSD, selama itu juga aku nemuin beberapa pertanyaan berikut:
  1. PGSD itu apa?
  2. Ih, kok mau sih masuk situ?
  3. Oh! Kalo tamat nanti jadi guru SD ya?
  4. Aduh, sayang sekali. knp nggak coba jurusan lain aja?
  5. Yaah, PGSD......????? gak level ih...

Awalnya sempat ngerasa di bully juga karena hampir tiap saat dihujani sama pertanyaan sinis diatas. Apalagi kalo ditanya sama teman/sahabat/gebetan, rasanya mau nyebutin PGSD ituuu lidah keluuuuuuuuuu-nya minta ampun. Gengsi men! Tapi lambat laun, aku udah mulai terbiasa dan makin kesini malah makin bersyukur karena gak sengaja bisa masuk ke jurusan ini.


Kenapa harus malu? Harusnya Bangga dong!

Yakk benar! Harus bangga!!!! Kenapa bangga? Ya karena semua orang sukses di dunia mengawali pendidikan dalam hidupnya lewat SD alias Sekolah Dasar. Coba deh tanya..


Pak SBY?? SD
Semua Personil 1 Direction? SD
Obama?? SD
Habibie?? SD
Sule?? SD bahkan denger-denger hanya tamat SD (peace) hihihi
Terus..
Dokter??? Awalnya SD juga
Polisi??? SD

Semuaaaaaaaaaaa makhluk yang ada di muka bumi ini PASTI pernah mengenyam pendidikan Dasar. Ibarat bangunan, SD itu fondasinya pendidikan.. walau TK dan Playgroup punya andil, tapi pendidikan formal yang pertama ya SD, bukan TK ataupun PlayGroup.
Jadi, udah tau kan betapa vitalnya keberadaan Sekolah Dasar beserta Guru dan Calon Guru SD di muka bumi ini kan?????
Masih belum yakin juga??
Oke :')


Simak ini ya:

PGSD & KEHIDUPANNYA (based on FIP-UNIMED)

PGSD adalah singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang bernaung pada Fakultas Ilmu Pendidikan di setiap Universitas baik Negeri maupun Swasta. Namun yang saya bahas kali ini mengerucut pada PGSD di Univ. Negeri Medan saja ya. Biar bisa dipertanggungjawabkan karena apa yang saya tulis, ya saya alami sendiri. Jadi gak ada yang di manipulasi hehehe

PGSD yang ada di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini adalah jurusan dan Fakultas paling sulung di UNIMED. Dari sebelum pengubahan nama dari IKIP ke Unimed, FIP udah ada dan masih eksis sampai sekarang.

FIP, khususnya PGSD dikenal dengan kekompakannya. Gimana enggak? Semua mahasiswa/i PGSD diwajibkan untuk berpakaian hitam-putih. Gak tau deh tujuannya apa. Yang jelas awal-awal masuk kuliah aku sempet depresi dan ngerasa lagi ngalamin pembunuhan karakter. Masak iya dari TK-SD-SMP-SMA dan KULIAH juga MASIH pake SERAGAM? Damn!

Eh tapi jangan mikir negatif dulu.. ternyata pakai seragaman walau udah pada jadi kakak-abang malah seru lo hehe.. banyak hikmahnya:

  • Berasa setara derajatnya, bahkan antara anak raja dan anak babu sekalipun
  • Gak ribet milih dan matchingin warna karena hanya ada 2 yaitu item dan putih 
  • Hemat! Kenapa hemat? Ya karena gak perlu beli baju banyak-banyak. Gak ganti juga gak keliatan wkwkwk
  • Gak ngos-ngosan ngikutin tren apalagi buat yang cewek. Kita sebagai calon guru dibiasain hidup simple dan sederhana, yg penting bersih dan rapi
  • Kalo pergi-pergi alias diluar kampus jadi terlihat 100 x lebih cantik/tampan karena dikampus jarang pake baju bebas hehe. Jadi cantik/tampannya kamu secara otomatis bisa meningkat hingga beberapa kasta dan orang jadi gak bosen deh liat kamunya :*
Nah.. itu beberapa nilai plus seragaman..

Sekarang simak yang ini:

Mungkin di semester pertama, sebagian besar mahasiswa/i (termasuk saya) ngerasa bahwa dirinya lagi "nyasar" di suatu tempat yang gak pernah dia bayangin. Kenapa demikian? Karena hampir semua orang yang saya tanya (senior, junior, teman sekelas) bilang bahwa mereka “gak sengaja” lulus di jurusan ini. Ada yang karena salah isi waktu pendaftaran online, ada yang lulus karena pilihan ketiga, ada yang salah meletakkan-pilihan pertama jadi ke tiga, dan pilihan ketiga jadi pertama -____-  , sisanya karena nurut sama orangtua, dan segelintir lagi karena kemauan sendiri.


 
sedikit aneh ya? Semuanya serba nggak sengaja! Tapi inilah cara Tuhan menggiring kami untuk menjadikan diri kami berguna bagi nusa dan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut menertibkan dunia. ξ\(ˇˇ)/ξ"
Semua mata kuliah yang dipelajari dari semester 1 sampai sem akhir sangat banyak dan nggak bisa disebutkan satu persatu. Jadi biar lebih mudah, saya kategorikan dalam kelompok besarnya aja yaitu: ilmu-ilmu dasar, ilmu umum, ilmu psikologi anak, ilmu kesenian, dan ilmu keprofesian.

Dalam ilmu dasar, anak-anak PGSD kembali memperdalam ilmu Matematika, B. Indonesia, B. inggris, PKN, IPA, IPS. Yang dipelajari bukanlah materi seperti yang dulu saat kita SD, melainkan bagaimana cara penyampaian materi tersebut agar kelak mudah dipahami oleh siswa. Ilmu umum mencakup MKU seperti agama, ISBD, dan lainnya yang juga dipelajari oleh mahasiswa lainnya

Ilmu psikologi anak, mencakup semua yang berkaitan dengan karakter anak dan bagaimana cara menghadapinya. Ini adalah ilmu yang paling penting bagi kita calon guru. Karena untuk ngajarin anak kecil itu nggak boleh sembarangan. anak-anak itu cerdas, bahkan lebih cerdas dari orang dewasa. Imajinasi mereka kuat dan keseluruhannya harus kita pahami. Yang nggak kalah pentingnya, disini kita di biasakan untuk sabar. Ilmu ini juga sangat-sangat baik untuk seorang wanita. Ya karena kami lebih paham! cewek-cewek PGSD lebih bisa menjadi ibu yang baik. Mereka pasti tau gimana cara merawat anaknya dengan sebenar-benarnya. Bagi anda yang mencari calon istri dan calon ibu yang berkualitas, PGSD bisa jadi salah satu naungannya `ʃƪ)(ʃƪˆˆ)

Bagi yang cowok, dengan adanya ilmu ini, pasti akan bangkit naluri kebapakan, yang menempa pribadinya menjadi pengasih dan penyayang ~ulala

Kita juga dikasi kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan, melihat anak yang berkelakuan condong ke baik/buruk di suatu sekolah ataupun tempat lainnya.


Nah, pembahasan selanjutnya adalah ilmu di bidang kesenian. Namanya juga seni, yang terlintas pastinya adalah melukis, not lagu, tarian, nyanyian, dsb. Ini juga merupakan nilai plusnya bisa masuk ke jurusan ini. Gak kebayang sedikitpun kalo jurusan ini mirip dengan sanggar. Hehehe seru bgt bgt and i do really like this part.




Kita semua Mahasiswa PGSD diajarin yang namanya bernyanyi dengan tehnik dan aturan-aturan yang benar, ngelukis, terus diajarin origamian kayak orang jepang,  hahaha. Ini kita dapet pas kita semester 1. Kemudian pas semester 2, kita diajarin nari. Gak tanggung-tanggung, kita bahkan diperintahkan untuk menciptakan tarian sendiri (angkatan saya 2010, diperintahkan 3 tarian; batak, melayu, anak-anak) dengan pelatihan dan fasilitas yang cukup memadai. Next semester 4, saatnya bugar!!! Yap di semester ini semua anak PGSD pegal linu karena sibuk menciptakan senam yang nota-bene menggunakan sedikit sentuhan seni di tiap gerakannya.


Cukup sampai disitu, masuk ke semester 5 dan 6. Ini adalah semester yang serius.sama kayak jurusan yang lain, di semester ini mata kuliah makin sedikit tapi makin sulit. Disinilah kami dicekokin sama ilmu-ilmu keprofesian seperti manajemen sekolah, filsafat pendidikan, Micro teaching, dsb

Keseluruhannya itu terasa singkat :’D karena semua fase yang dilalui itu gak monoton. Saya yang dulunya sangat ogah-ogahan dengan jurusan ini, skrg balik arah menjadi sangat sayang dan menikmati masa-masa kuliah saya. Jurusan kami ini sangat variatif, gak ngitung mulu kyk anak Fmipa dan teknik, gak ribet mikirin penyakit kyk FK, dan gak ribet ngitung untung rugi kyk FE. (untuk yang terkait jangan marah ya please... just for compare :’D )

Bagi kami, bahkan masa kuliah adalah masa yang lebih indah dari SMA. Mulai dari ilmunya, pengalamannya, manfaatnya,  persahabatannya, kedewasaannya... semua lebih bermakna disini. So i really recomended that you will have this same quality time like us. Tapi inget, kita cari ilmu harus dijiwai, dicintai. Apapun yang kita jalanin kalo gak pake penjiwaan dan cinta, semuanya bakalan berasa hambar.
Bagi adik-adik yang sedang kepo tentang PGSD dan bingung memutuskan untuk masuk atau enggak, coba deh baca ini:


JAKARTA [JPNN.COM] – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memprediksi dalam kurun waktu 2010-2014, ada 171.109 guru PNS di SD dan SMP pensiun. Jika ditarik lagi hingga 2020, tercatat ada 400 ribu lebih guru yang pensiun. Dunia pendidikan dihantui ancaman paceklik guru PNS.
Sumber: http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2011/03/07/antisipasi-paceklik-guru-pns-imbas-pensiun-massal-angkatan-1974/


Liat tuh, kebayang kan zaman sekarang ini susaaaaaaaah bgt cari kerjaan. Bahkan banyak juga yang udah sarjana tapi masih belum kerja juga. Mungkin rezeki memang udah diatur sama Allah SWT, tapi sebagai manusia, kita diberikan kecerdasan untuk bisa jeli melihat situasi agar terhindar dari suatu hal yang buruk, bukan?
Satu lagi, bagi kamu yang muslim:


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)



Ini adalah salah satu dasar paling kuat yang menguntungkan kita para tenaga pengajar seperti dosen, guru dan calon guru. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berguna bagi orang lain. Semua guru dan tenaga pengajar pastilah telah membagikan ilmu mereka kepada yang membutuhkan. Jadi, secara otomatis kita mendapatkan 2 upah sekaligus, yakni upah dunia (gaji, finansial) dan upah akhirat (mengalirnya pahala kepada kita walau sudah meninggal dunia sekalipun).

Memang tidak bisa dipungkiri, banyak pekerjaan yang lebih menjanjikan. Tapi yang menjanjikan di dua sisi, dunia dan akhirat gak banyak. Jadi pengajar/guru adalah salah satunya :’D

Berbahagialah bagi kamu-kamu yang memilih jurusan yang berbau kependidikan, khususnya PGSD. Karena insya Allah, lapangan pekerjaan masih terbuka lebar untuk kita. Jangan lupa juga untuk terus dan selalu belajar agar menjadi yang terbaik diantara yang terbaik sehingga kelak ilmu yang kita berikan dapat berguna bagi orang lain.


Kak, kalo abis dari PGSD bisa lanjut ke S2 nggak kak? Bisa jadi dosen nggak?
Bisa banget, S2nya ambil pendidikan dasar aja, biar sejalan S1 dan S2 nya. Dosen untuk PGSD juga lagi banyak dibutuhin.
Bisa jadi kepala sekolah juga
Kak, udah tamat PGSD terus kerjanya apa?
Ya guru SD dong, bisa PNS bisa juga Honorer. Honorer juga ujungnya ikut pengangkatan PNS
Jadi tentor di bimbel
Jadi guru privat
Kak, jadi guru SD bisa kaya nggak?
Bisa banget, sembari PNS buka usaha apa keek.. butik/warnet/pom bensin/developer.. kalo yang cewek usahakan cari jodoh yang kaya buat nambahin modal kamu (ˆˆ)
Ambil kerja sampingan atau freelance dengan mengajar di 10 bimbel/hari kalo sanggup
Sambil jadi guru, dagang deh! pinter2 ngakalin situasi dan kondisi hehe
Kak, aku gak minat jadi guru tapi pengen kuliah di tempat kakak..
Pertama cuci muka dulu gih biar sadar -.-v
Kedua, sharing2 sama banyak orang, kamu cocoknya di bidang apa, kalo emang minat masuk aja dlu, ntar juga suka sama dunia pendidikan :)


Sadarlah, kita sedang dibutuhkan! Dunia pendidikan menginginkan kita! Jadi gak ada alasan lagi untuk malu dan minder karena berada di jurusan PGSD dan kependidikan lainnya. toh peluang pekerjaan kita lebih besar dari mereka-mereka yang memandang kita sebelah mata. Semangatlah! Tak perlu dibalas dengan cibiran juga, tapi balaslah dengan kesuksesan dikemudian hari. Tekadkan pada diri kita bahwa:


Kita terlahir tidak untuk sesuatu yang sia-sia, kita dengan segala kerendahan hati dan kesederhanaan jiwa lambat laun akan berhasil meraih mimpi, membahagiakan orang tua dan memajukan bangsa



4 komentar:

  1. kak dulu waktu ditanya kenapa pilih jurusan PGSD jawab gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai mita :)
      dulu waktu ditanya sama pertanyaan itu, aku cuma senyum dan bilang "mungkin ini jurusan terbaik, dan jurusan ini yang paling realistis masa depannya"

      Hapus
  2. Subhanallah, mlm ini aku galau mikirin msa dpn q dgn kuliah d pgsd yg trbilang lma. Ttp stlh bc in ht q jd plong...mksh bnyk

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih udh mau baca artikel saya. apa yg anda rasakan, juga saya alami.. tapi itu dulu. sekarang saya optimis dengan jurusan PGSD ini :) jangan takut! masa depan kita pasti cerah.

      Hapus